Senin, Januari 10, 2022

Dapur Pendidikan YPU (Yayasan Prima Unggul)

Jika anda berkunjung di sebuah Cafe terbaik atau Hotel Bintang 5 yang terkenal, Anda akan menikmati hidangan-hidangan terbaik. Setiap hidangan itu tidak terlepas dari tangan-tangan terbaik, hati yang sungguh tertuang untuk membuatnya, dan nama yang melekat baik dari setiap jenis hidangan tersebut. Namun, ada hal lain yang sangat lekat dengan setiap hidangan itu yaitu locus (tempat) membuatnya. Tempat itu di sebut DAPUR. 

Setelah sekian lama hanya melihat, mendengar,  dan bertemu melalui aplikasi Zoom, bahkan menyaksikan Drama Musikal yang ke 9 dari Yayasan Prima Unggul yang disebut Anantara (Tanpa Jarak), akhirnya pada tanggal 9 Januari 2022 yang lalu, Pengurus Onika Wilayah Jakarta - Bandung sampai di Dapur- nya YPU. 

Dapur tentu saja sebagai tempat untuk meracik, mengolah, memasak, mempersiapkan, menyatukan, menciptakan rasa, warna, kekhasan, aroma, dari sebuah hidangan terbaik. YPU pun merupakan (kalau boleh disebut sebagai) dapur terbaik untuk meracik dan menciptakan rasa, warna, aroma, kekhasan, dari setiap pribadi anak-anak YPU. Mereka dipahat dengan tanggungjawab, diarahkan dengan pendidikan karakter terbaik, diairi dengan nilai spiritual yang menghidupkan, dipoles dengan kedisiplinan, dirangkul dengan kekeluargaan yang memberi pengharapan, dibukakan matanya dengan bertemu banyak pribadi hebat, ditemani dengan ketulusan, dilepas dengan kepercayaan. Ah, ini sungguh dalam. Ini dapur yang penuh dengan jiwa. Dapur yang berbagi kehidupan. 

Ada tangan-tangan hebat yang melingkari mereka. Bapak A/I Kevin Gea (Bpk Martinus Mesarudi Gea dan Ibu Debby Tampubolon) yang memberi segenap diri untuk berbagi hidup dengan mereka. Ya, mereka ini adalah tangan-tangan Tuhan yang nyata. Mereka ibarat malaikat tak bersayap yang terbang tanpa henti untuk menemani dan mengarahkan. Mereka adalah jiwa yang menghembusi nafas tiada batas untuk memberi hidup untuk anak-anak YPU. Ah, baik jika ada novel terbaik dan pasti akan terlaris untuk menceritakan kisah ini. 


Jika Anda melihat video di atas, itu hanyalah bagian kecil dari kisah kegairahan dan sukacita hidup anak-anak YPU. Anda bisa membayangkan bagaimana setiap ekspresi itu tercipta, diracik, dimasak untuk menjadi hidangan terbaik. Anda bisa bayangkan bagaimana sukacita yang energik itu membuat Anda terpana? Saya sendiri tidak bisa berkata-kata, saya hanya mampu menikmati. Bahkan ketika suatu saat saya menjadi juri untuk memberi penilaian atas performance itu, saya pasti akan memilih untuk memejamkan mata dan ikut terhanyut dalam setiap hempasan ketukan nyanyian mereka, ikut menari dari setiap liukan badan dan tarian mereka, mendapatkan hidup dari setiap cresendo-decresendo, tempo -atempo semangat yang mengalir dari jiwa mereka. Aku hanya mampu berdoa dan berharap bahwa Tuhan selalu mempersiapkan jalan terbaik untuk setiap jiwa hangat yang meracik mereka, membukakan pintu untuk mereka yang siap dibentuk bagai bejana di tangan Tuhan. 

Pak Martin, Ibu Debby, Nico, Dea

Saya salut atau mungkin tiada kata yang mampu mewakili begitu hebatnya mereka dan dinamika mereka selama berada dalam dapur YPU. (O)

  

 

  

1 komentar:

Terima kasih atas Partisipasi nya. Salam sehat selalu! ONIKA.